Secara
harfiyah, stlistika berasal dari bahasa Inggris: stylistics, yang berarti studi
mengenai style ‘gaya bahasa’ atau ‘bahasa bergaya’.
Adapun secara istilah, stilistika (stilistics) adalah ilmu yang meneliti
penggunaan bahasa dan gaya bahasa di dalam karya sastra (Abrams, 1979: 165-167;
bandingkan Satoto, 1995: 36). Dapat dikatakan bahwa stilistika adalah proses
menganalisis karya sastra dengan mengkaji unsur-unsur bahasa sebagai medium karya
sastra yang digunakan sastrawan sehingga terlihat bagaimana perlakuan sastrawan
terhadap bahasa dalam rangka menuangkan gagasannya (subject matter).
Ratna (2007:
236) menyatakan, stilistika merupakan ilmu yang menyelidiki pemakaian bahasa
dalam karya sastra, dengan mempertimbangakan aspek-aspek keindahannya. Bagi
Simpson (2004: 2), stilistika adalah sebuah metode interpretasi tekstual karya
sastra yang dipandang memiliki keunggulan dalam pemberdayaan bahasa.
Leech dan
Short (1984: 13) menyatakan bahwa stilistika adalah studi tentang wujud
performansi kebahasaan, khususnya yang terdapat dalam karya sastra. Chapman
(1977: 15), stilistika juga bertujuan untuk menentukan seberapa jauh dalam hal
apa bahasa yang digunakan dalam sastra memperlihatkan penyimpangan, dan
bagaimana pengarang menggunakan tanda-tanda linguistik untuk mencapai efek
khusus.
Menurut
Junus(1989: xvii), hakikat stilistika adalah studi mengenai pemakaian bahasa
dalam karya sastra.
Seperti
dinyatakan Kridalaksana (1988: 157), stilistika (stilistics) adalah: (1)
ilmu yang menyelidiki bahasa yang dipergunakan dalam karya sastra; ilmu
interdisipliner antara linguistik dan kesusastraan; (2) penerapan linguistik
pada penelitian gaya bahasa.
Stilistika
sebagai ilmu yang mengkaji penggunaan bahasa dalam karya sastra yang
berorientasi linguistik atau menggunakan parameter linguistik dapat dilihat
pada batasan stilistika berikut.
Pertama, stilistika
merupakan bagian linguistik yang menitikberatkan kepada variasi penggunaan
bahasa dan kadangkala memberikan perhatian kepada penggunaan bahasa yang
kompleks dalam karya sastra (Turner, 1977: 7). Atau, pendekatan linguistik yang
digunakan dalam studi teks-teks sastra (Short, 1989: 183).
Kedua, stilistika
dapat dikatakan sebagai studi yang menghubungkan antara bentuk linguistik
dengan fungsi sastra (Leech dan Short, 1984: 4).
Ketiga, stilistika
adalah ilmu kajian gaya yang digunakan untuk menganalisis karya sastra (Keris
Mas, 1990: 3).
Keempat, stilistika
mengkaji wacana sastra dengan berorientasi linguistik dan merupakan pertalian
antara linguistik dan kritik sastra.