Saya tidak tahu judul puisi ini, saya menemukannya di Time line akun facebook saya beberapa minggu lalu. Saya pikir puisi ini bagus, jadi saya akan share di blog tercinta. Puisi ini tidak dibuat Pak Habibie, hanya saja kemunculan puisi ini bersamaan dengan melejitnya film berjudul "Habibi & Ainun". Chek This Out...
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu...
Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi
Aku sangat tahu itu...
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang.
Sekejar saja... , lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
Hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong mlompong hilang isi.
Kau tahu, Sayang? Rasanya seperti angin yang tiba--tiba hilang berganti kemarau gersang
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang...
Pada kesetiaan yang telah kau ukir
Pada kenangan pahit manis selama kau ada
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu, Sayang...
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik
Mana mungkin aku setia padahal memang kencenderunganku adalah mendua
Tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia
Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini
Selamat jalan...
Kau dari-Nya dan kembali pada-Nya
Kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan, Sayang...
Cahaya mataku, Penyejuk jiwaku
Selamat jalan, calon bidadari surgaku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanks for your comment =D